Selasa, 11 April 2017

Muhasabah

Jakarta, 10 April 2017



     Mungkin kata " Hidup ini adalah perjuangan" telah menjadi slogan yang tak asing lagi bagi kita. Yang berlaku untuk semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di muka bumi. Sekecil apa pun perjuangan itu. Secara naluriah, tiap yang bernyawa, senantiasa berusaha untuk mempertahankan hidupnya. Seekor semut yang berusaha menggotong remah-remah makanan, seekor burung yang pergi dengan perut kosong, seorang ibu yang bekerja sejak matahari masih di peraduannya hingga terbenam,seorang ayah pergi pagi pulang petang, dan masih banyak lagi bentuk perjuangan untuk keberlangsungan hidup.

   Sejak penciptaan manusia ke muka bumi, telah diperintahkan untuk bekerja. Dan perintah ini berlaku sepanjang hayat. Hal ini dapat kita lihat dalam beberapa dalil dalam Al quran.

" Apabilah telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung" (Q.S Al-Jumuah:10)    

" Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan ." (Q.S An-Naba: 11)

   
   Jika manusia meyakini bahwa Allah Azza wa Jalla telah menjamin rezeki tiap makhluk, tak ada lagi keluhan. Tak ada lagi kecemburuan dalam hati. Allah melebihkan rezeki sebagian manusia dan terbatas bagi yang lainnya. Dan, rezeki bukan hanya uang tetapi segala sesuatu yang membuat kita dapat merasakan manfaatnya. Tiap kita yang berjiwa, Allah telah memberikan rezeki yang tak terhingga. Udara yang kita hirup, air yang menopang hidup makhluk di muka bumi ini, dan masih banyak lagi karunia Allah yang patut kita syukuri. 

"...Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan." (Q.S Al-Baqarah :212)

Tidaklah tanpa makna perbedaan ini. Karena sesungguhnya rezeki yang berlimpah adalah ujian. Maka patutkah kita berkeluh kesah ? 
Hiduplah qonaah, jika ingin hati merasa tenteram.